Sunday, 21 September 2014 - 07:01
English
Breaking News

Turki Siaga Berlanjutnya Kerusuhan

Terkait :

teRaspos - Turki mulai menakar kerusakan selama dua hari yang melanda negeri itu. Saat ini para demonstran memang sudah berkurang, namun petugas keamanan masih bekerja membersihkan sisa kerusuhan yang terjadi di Taksim Square, Istanbul tersebut.

Ditenggarai kerusuhan dan kekerasan yang terjadi akan berlanjut di mana pada, Minggu (2/6) sore, para demonstran mengatakan akan kembali turun ke jalan. Mereka bertekad terus melawan kebijakan pemerintahan Recep Tayyip Erdogan.

Menteri urusan dalam negeri Turki, Muammer Guller mengatakan, setidaknya polisi telah menahan sebanyak 939 demonstran. Dia menambahkan bahwa sekitar 53 masyarakat sipil mengalami luka-luka ditambah dengan 26 polisi yang cedera.

Protes serupa juga menular ke beberapa kota lainnya di Turki tapi dengan isu yang sudah melenceng. Dari Sabtu, (1/6) hingga Minggu pagi demonstran lain ikut-ikutan turun ke jalan seperti yang terjadi di ibukota Turki, Ankara.

Penyebab Kerusuhan yakni, protes yang dilakukan oleh demonstran sebenarnya dimulai Minggu lalu, (26/5), di Taman Gezi yang berseberangan dengan Taksim Square.

Ketika itu aksi berjalan damai di mana tuntutan para demonstran adalah menentang kebijakan pemerintah setempat untuk menebang sekitar 600 pohon yang tumbuh di area sekitar.

Penebangan ratusan pohon yang merupakan salah satu lokasi hijau di Istanbul rencananya akan dibangun sebuah monumen barak militer seperti era Dinasti Ottoman.

Tapi demonstran menolak percaya karena mereka curiga pemerintah akan membangun apartemen atau pusat perbelanjaan.

Aksi damai seketika berubah jadi kerusuhan saat polisi mulai menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran. Isu kemudian berkembang menjadi tudingan terhadap pemerintah yang konservatif dan menerapkan agenda otoriter ke depan.

Perdana Menteri Turki, Tayyip Erdogan, mengakui kalau pihak keamanan sedikit kelewatan dalam usaha pembubaran kemarin. Kendati demikian, dia bersikeras akan terus melakukan pembangunan dan perubahan terhadap Taksim Square.

Sementara dari luar negeri, Amerika Serikat dan Inggris turut menanggapi peristiwa yang terjadi di Istanbul. Menurut dua negara adidaya tersebut, pemerintah serta demonstran sekarang harus sama-sama menahan diri.(*)



blog counter