Friday, 19 September 2014 - 06:38
English
Breaking News

Sengketa Pilkada, KPU Jatim Tak Profesional

KH Salahuddin Wahid
Terkait :

 

teRaspos Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur dinilai tidak profesional dalam memverifikasi syarat kelolosan pasangan Khofifah Indar Parawangsa - Herman Suryadi Sumawiredja pada Pilkada Jatim 2013.

"Kalau profesional kan tidak diadukan. Karena diragukan profesionalitasnya maka diadukan," kata KH Salahuddin Wahid di Jakarta, Senin (29/7).

Menurut tokoh Nahdlatul Ulama yang akrab dipanggil Gus Sholah ini, tidak ada dukungan ganda seperti yang selama ini menjadi permasalahan. Karena itu, dia mengharapkan ketidaklolosan Khofifah - Herman segera dipulihkan.

Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan Rizal Ramli juga mengomentari sengketa Pilkada Jatim. Menurut dia, Jatim merupakan provinsi yang maju secara pendidikan dan bisnis, tapi secara etika demokrasi merupakan kedua terburuk setelah Papua.

"Jatim dijadikan pilot project kecurangan (pilkada). Setelah berhasil dilakukan kecurangan di Jatim, hasil kecurangan itu diekspor ke Jateng, Jabar, DKI. Nah, menurut hemat saya, kelalaian ini jangan terjadi. Saya titip pesan ke Ketua KPUD, jangan Jatim ekspor kecurangan lagi. Bikin malu," kata Rizal.

Seperti diketahui, Ketua dan anggota KPU Jawa Timur diadukan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Khofifah – Herman karena dinyatakan "Tidak Memenuhi Syarat (TMS)". Pasangan ini melaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu bahwa terjadi pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu dalam seleksi Pilkada Jatim 2013. [*]


blog counter