Wednesday, 23 July 2014 - 08:35
English
Breaking News

Kejati Tahan 3 Tersangka Korupsi Jalan

Terkait :

teRaspos - Tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Jalan Jagaraga di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan diputuskan untuk ditahan oleh tim penuntut Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan setelah menerima pelimpahan dari Kepolisian Daerah setempat.

Keputusan penahanan itu langsung diberikan sesaat setelah menerima pelimpahan berkas tersangka dan barang bukti oleh Tim Penyidik Polda Sumsel, di Palembang, Selasa (25/3).

Ketiga tersangka itu, Maulana, Burhaedi, dan Kharul Amri, kemudian dititipkan di Lembaga Permasyarakatan Palembang, selama menjalani proses hukum hingga berkas dilimpahkan ke pengadilan.

Sebelum dilimpahkan ke Kejati, pada pagi harinya, Maulana dan dua rekannya menjalani pemeriksaan di Polda Sumsel kurang lebih selama 30 menit.

Sementara, Kasi Penkum dan Humas Kejati Sumsel Mulyadi mengatakan penahanan ini telah sesuai dengan KUHAP, yakni jaksa diperkenankan menahan tersangka selama menjalankan proses hukum berupa pelimpahan berkas dari Kejati ke pengadilan.

"Kemungkinan dalam 20 hari ke depan, berkas sudah dilimpahkan ke pengadilan. Setelah diambil alih pengadilan maka secara otomatis kewenangan kejaksaan terkait penahanan akan beralih ke majelis hakim," kata Mulyadi.

Terkait pengajuan penangguhan penahanan oleh Maulana, ia mengatakan hal itu diperbolehkan sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Penahanan dilakukan karena takut tersangka kabur, menghilangkan alat bukti, dan mengulangi kembali perbuatannya. Jika dianggap tidak berpotensi melakukan tiga hal itu, bisa saja tidak dilakukan penahanan."

Sementara itu, Maulana mengajukan penangguhan penahanan melalui penasihat hukumnya.

"Surat pengajuan penangguhan penahanan akan diserahkan ke Kejati Sumsel. Untuk saat ini, mengikuti prosedur hukum dahulu," kata Harma Ellen, kuasa hukum tersangka Maulana.

Sementara itu, berkas penyidikan Maulana sempat dikembalikan ke Polda Sumsel setelah sempat dilimpahkan ke Kejati Sumsel pada awal tahun 2014. Sementara, pelimpahan ke Kejati sendiri dilakukan Polda pada akhir tahun 2013.

Proyek Jalan Jagaraga ini ditaksir merugikan negara senilai Rp9,2 miliar berdasarkan audit BPKP yang dilakukan dengan modus mengurangi spesifikasi pekerjaan.

Meskipun proyek pekerjaan belum rampung, tapi pihak kontraktor telah menerima bayaran 100 persen dari total anggaran senilai Rp35,8 miliar.

Adapun aset-aset Maulana yang disita yakni dua unit truk, tanah seluas 130 hektare di Way Kanan Lampung, satu unit ruko di Muaradua, dan tanah seluas 1.628 meter persegi di Muaradua. (ant)



blog counter