Monday, 28 July 2014 - 19:19
English
Breaking News

Kasus Satinah, Bukti Buruknya Manajemen

Gambar Ilustrasi (Foto: ist)
Terkait :

teRaspos - Kasus Satinah yang terancam hukum pancung di Arab Saudi adalah bukti buruknya manajemen pemerintah di berbagai kementerian dan lembaga dalam melindungi tenaga kerja Indonesia.

"Leadership kita lemah. Ketika ada masalah, Kemenlu lempar tanggung jawab ke Kemenakertrans, lempar ke BNP2TKI, dan lempar lagi ke Kemenakertrans. Ini menunjukan manajemen kita buruk," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera Indra di gedung DPR, Kamis (27/3).

"Bahkan jumlah buruh migran di luar negeri, masing-masing lembaga memiliki data berbeda."

Anggota komisi IX DPR itu mengatakan, kasus Satinah harus dijadikan pembelajaran agar tidak lagi terdapat upaya mendiskreditkan buruh migran, sehingga kita tidak selalu terjerumus ke lubang yang sama.

"Mindset negara kita menjadikan buruh migran menjadi anak kelas III, tidak ada keseriusan optimal untuk mendapatkan perlindungan utuh," kata dia.

Indra bahkan mengatakan bahwa akan ada Satinah lain, karena sebanyak 256 buruh migran juga terancam hukuman mati sehingga pemerintah harus cepat dan serius dalam menangani masalah tersebut.

Dia mengatakan, merupakan hal memalukan jika tidak mampu menyelamatkan Satinah hanya karena uang Rp 21 miliar.

"Negara sebesar ini dengan APBN Rp 1.800 triliun masa tidak mampu." 

Dia mengatakan, Undang-undang Nomor 39 Tahun 2004 tidak menimbulkan perlindungan yang cukup. Jika dilihat dari pasal per pasal, sekitar 70 persen hanya mengatur penempatan atau bisnis TKI.

"Jadi kita masih memposisikan buruh migran menjadi komoditi. Banyak yang dapat keuntungan dari sana," kata Indra. (*)



blog counter