Taqy Malik dan ayahnya

Ayah Taqy Malik Laporkan Balik Pengusaha Saffron

Teraspos.com – Ayah Taqy Malik, Mansyardin Malik, akibatnya muncul dihadapan awak media via kuasa aturannya untuk mengklarifikasi laporan dari pengusaha saffron bernama Aji Barkah. Sebelumnya, pada 8 Oktober 2022 lalu, Aji yang diantar oleh kuasa aturannya sudah melaporkan Mansyardin Malik ke Polres Metro Jakarta Selatan dan mengaku mengalami penipuan hingga Rp 200 juta.

Merespon laporan dan tudingan menjalankan penipuan, kuasa aturan Mansyardin pun melayangkan tentangannya. Ia menyebut bahwa ayah Taqy Malik sama sekali tak pernah menjalankan tindak penipuan.

“Menurut mereka Aji Barkah melakukan penipuan dan hari ini kami akan membantah semua komentar-komentar dan opini-opini mereka bahwa kami tidak pernah melakukan penipuan dan penggelapan,” ungkap Dedi DJ dalam jumpa pers di kantornya, di Kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (13/11/2022).

Dedi DJ mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan Ali Barkah ke Polda Metro Jaya, atas dugaan fitnah dan pencemaran nama bagus perhari ini. Menurutnya perbuatan yang dijalankan Aji Barkah, adalah salah satu perbuatan sungguh-sungguh mencemarkan nama bagus kliennya serta Taqy Malik.

“Hari ini kami juga sudah membuat surat polisi, ini jawaban kami ya bahwa kami bahwa Abi dan Taqy tidak pernah melakukan penipuan dan penggelapan,” jelasnya.

“Maka atas opini yang beredar di luar kami anggap menyerang kehormatan Abi dan Taqy. Perhari ini kami sudah membuat laporan di Polda Metro Jaya atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik,” tegasnya.

Sementara itu, Dedy DJ menekankan bahwa pihaknya tidak main-main dalam membuat laporan berhubungan dugaan fitnah dan pencemaran nama bagus. Malahan, langkah-langkah preventif sengaja dicapai untuk memulihkan nama bagus kliennya yang dituding melaksanakan pembohongan ratusan juta.

“Hati-hati ya bukan hanya 310, 311 KUHP yang hanya sanksi pidananya cuma sembilan bulan. Tetapi juncto UU ITE, Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 yang sudah diubah menjadi Undang-undang 19 tahun 2016,” tegasnya.

“Jelas di pasal 2 ayat 3 setiap orang secara sengaja melawan hukum mendistribusikan informasi elektronik. Dan sengaja menyerang klien kami maka sanksi pidananya nggak main-main enam tahun dan denda satu miliar Rupiah,” pungkasnya.