G20 Bali

Indonesia Akan Mengangkat 3 Isu Ekonomi Digital Pada Rangkaian Acara G20 Bali, Ini Rincian Lengkapnya

Teraspos.com – Indonesia akan mengangkat tiga info ekonomi komputerisasi dalam Komputerisasi Economy Working Group (DEWG). Acara ini adalah komponen dalam rangkaian acara G20 2022 yang dihelat di Bali.

Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi mengatakan, info pertama yang dibawa berkaitan konektivitas dan pemulihan pasca pandemi Covid-19. Di situ akan didiplomasikan soal bagaimana konektivitas komputerisasi dapat berkontribusi terhadap pemulihan pasca pandemi.

Baca juga: Ekonomi Filipina Melebihi Ekspektasi, Tumbuh Sebesar 7,6% di Q3

“Contoh paling sederhana, bagaimana penggunaan konektivitas digital untuk mempertajam dan mempertahankan usaha UMKM, meski di tengah kontraksi ekonomi yang luar biasa hebat, tetapi UMKM tetap bisa bertahan melalui digitally onboarding,” kata Dedy, Kamis (10/11).

“Jadi ketika UMKM memanfaatkan instrumen digital, UMKM tetap bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. Solusi-solusi semacam itu dibahas di dalam persidangan G20, khususnya di DEWG,” tambahnya.

Baca juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh Sangat Cepat Dalam Lebih dari Satu Tahun untuk Kuartal Ketiga

Poin kedua yakni soal digital skill dan digital literacy. Spesifiknya, pembahasan ini akan berdialog mengenai kecakapan dan literasi digital juga bisa menjadi solusi untuk mempercepat transformasi digital.

“Seperti kita ketahui, internet dan media digital tidak terhindarkan lagi dari kehidupan sehari-hari. Jadi yang namanya kecakapan digital, literasi digital, menjadi mutlak untuk dimiliki oleh setiap masyarakat, baik indonesia maupun dunia,” paparnya.

Arus Data Lintas Batas Negara

“Contoh paling sederhana adalah ketika kita berhadapan dengan ancaman hoax. Itu akan beredar dengan luas bila masyarakat tidak terliterasi secara digital,” dia menambahkan.

Terakhir, pembahasan berkaitan berdialog arus data lintas batas negara itu dikelola di antara negara-negara dunia. Di antaranya, bagaimana seandainya data masyarakat wajib melintas di batas antar negara.

Baca juga: Informasi LPS: Ekonomi Membaik dan Masih Belum ada BPR yang Jatuh pada Tahun 2022

“Indonesia sendiri memperkenalkan tiga prinsip untuk tata kelola data global ini. Pertama transparansi, kemudian kita juga memperkenalkan lawfulness, dan fairness. Itu jadi dasar bagi negara dunia, khususnya G20 untuk membangun tata kelola,” tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com