Korban Gempa Cianjur Tertimbun Longsor

Pesan Satgas TNI AL Mengenai Marinir Evakuasi Korban Gempa Cianjur Tertimbun Longsor

Teraspos.com – Prajurit Korps Marinir TNI AL dan SAR gabungan sampai Sabtu 27 November 2022 sudah mengevakuasi 13 warga yang tertimbun tanah longsor dampak gempa Cianjur berkekuatan Magnitudo 5,6.

“Pencarian terus dilaksanakan dan tetap memperhatikan faktor keamanan,” kata Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI Marinir Hermanto yang juga Komandan Satgas TNI AL Penanggulangan Bencana Alam dilansir Antara, Minggu (27/11/2022).

Brigjen TNI Marinir Hermanto mengatakan Satgas TNI AL bersama Basarnas dan satgas lainnya akan terus menjalankan pencarian korban semaksimal mungkin. Dalam misi pencarian itu, tim akan berhati-hati mengingat situasi korban yang tertimbun tanah longsor telah tiga hari.

“Kami bersama perangkat desa, Basarnas dan unsur yang lain akan terus membantu pencarian, dan evakuasi sampai ketemu serta tetap semangat,” ujar dia.

Diperkirakan sekitar 30 warga di Desa Cijedil tertimbun tanah longsor ataupun reruntuhan bangunan imbas gempa bumi yang memporak-porandakan tempat itu.

Di daerah terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengamanatkan kepada Satgas TNI AL supaya memanfaatkan semaksimal mungkin potensi yang dimiliki matra TNI itu.

Penanganan berita kemanusiaan dan petaka alam semestinya dilaksanakan hingga tuntas, dan semua personel diperintahkan kencang tanggap melihat situasi sulit yang terjadi di masyarakat, pesan Kasal.

Yang tak kalah penting, ujar ia, dalam penugasan tersebut wajib konsisten berkoordinasi dan bekerja sama dengan pemangku kepentingan berhubungan termasuk para relawan yang terlibat dalam misi kemanusiaan itu.

Salah seorang warga Desa Cijedil, Cianjur Solikhin berharap tim gabungan dapat segera menemukan member keluarganya yang turut menjadi korban tanah longsor.

“Saya sangat berharap anggota keluarga saya yang tertimbun longsor jenazahnya dapat diketemukan,” ujar dia pula.

Solikhin merupakan salah satu dari 40 kepala keluarga yang rumahnya terletak di tebing dan menjadi korban tanah longsor akibat gempa yang terjadi. Dalam musibah itu empat anggota keluarganya dilaporkan hilang, dan satu jenazah di antaranya telah ditemukan.