bpjamsostek

Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Cegah Kemiskinan Baru dari Menko PMK

Teraspos.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bisa mencegah masyarakat pekerja dan keluarganya jatuh menjadi keluarga miskin baru dikala dirinya mengalami guncangan ekonomi dampak kecelakaan kerja ataupun krisis ekonomi, termasuk PHK, maka bantalan utama yang bisa menjadi taruhan bagi keberlangsungan kehidupan cocok mereka merupakan Jamsostek.

“Oleh karena itu BPJS Ketenagakerjaan harus terus memperluas cakupan kepesertaan untuk pekerja Indonesia, meningkatkan kecepatan dan akses pelayanan, serta terus berinovasi untuk memberikan perlindungan yang maksimal sehingga meningkatkan kesiapan pekerja untuk menghadapi pasar kerja di masa depan serta mengangkat keluarga dari perangkap kemiskinan,” ucap Muhadjir Efendy saat menghadiri Webinar Stadium Generale Nasional Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) dengan tema “Sense and Sustainability Jaminan Sosial Ketenagakerjaan for the Future“, Kamis, (10/11/2022).

Ia mengejaslakan, jaminan sosial ketenagakerjaan di masa depan wajib menjadi lebih universal dan inklusif, pemberian perlindungan pekerja wajib diberi semenjak umur produktif berprofesi dan mudah diakses bagi seluruh pekerja Indonesia, terlepas apakah mereka berprofesi di sektor formal ataupun informal.

Berikutnya Direktur Utama BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo menyampaikan ucapan terima beri atas dukungan dan arahan dari Menteri Muhadjir kepada seluruh insan BPJamsostek, khususnya supaya penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan kian bagus ke depannya.

“Kami akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, hadir juga DJSN dan Kemenaker yang mana merupakan ekosistem kami, dan kami berterima kasih atas inisiasi Kemenko PMK atas Inpres 4 Tahun 2022 dan juga Kep Menko PMK 30 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, karena dari regulasi tersebut sangat jelas bahwa jaminan sosial merupakan salah satu cara, strategi utama dalam percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan juga pencegahan kemiskinan,” ucap Anggoro.

Anggoro membeberkan, dikala ini jumlah energi kerja aktif yang teregistrasi yaitu sebanyak 35 juta pekerja. Sasaran BPJamsostek pada tahun 2026 yaitu melindungi 70 juta energi kerja aktif.

“Shifting pekerja terjadi saat ini, di mana jumlah pekerja informal meningkat, kami akan memfokuskan pada pekerja Informal karena jumlahnya yang banyak. Tentu saja dengan regulasi yang ada, dukungan dari DJSN dan Kemnaker serta seluruh insan BPJamsostek, insya Allah kita dapat menyelesaikan tugas dengan baik, meningkatkan produktivitas yang berujung akumulasi dana ini bisa untuk penguatan ekonomi,” tambahnya.

Hadir sebagai narasumber pada webinar tersebut, beberapa tokoh berpengalaman dan profesional dalam jaminan sosial yakni, Direktur Lazim & SDM BPJamsostek, Abdur Rahman Irsyadi, Pungki Sumadi dari Bappenas, Iene Muliati dari DJSN, Retna Pratiwi dari Kemnaker, Prof Suprayito dari APINDO, Djoko Heriyono dari Serikat Pekerja Nasional. Webinar ini dicontoh oleh segala karyawan BPJamsostek yang tersebar di segala Nusantara.

Menutup aktivitas tersebut, Abdur Rahman Irsyadi mempersembahkan, pihaknya akan terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas soft skills sumber daya manusia supaya tantangan jaminan sosial ketenagakerjaan ke depan dapat dihadapi dengan sebaik-baiknya.

“Seluruh ilmu dan masukan dari narasumber yang berpengalaman pada bidangnya ini diharapkan akan meningkatkan evidence of the efficacy of knowledge integrity professional development untuk insan BPJAMSOSTEK, dan diharapkan mampu menjadi langkah inovatif dalam mengatasi permasalahan dan mengoptimalkan implementasi program perlindungan jaminan sosial di masa yang akan datang,” tutup Abdur Rahman Irsyadi.