mekanika kuantum

Membuka Misteri Dasar Mekanika Kuantum dalam Teknologi Informasi Masa Depan

Teraspos.com – Sekiranya ada yang berdaya upaya bahwa seseorang bisa bicara seputar mekanika kuantum tanpa merasa diciptakan pusing olehnya, maka dia mungkin tak mengerti apa yang dia diskusikan. Setidaknya kalimat inilah yang pernah diucapkan oleh Bohr, ilmuwan yang juga menjadi salah satu penggagas konsep mekanika kuantum itu sendiri.

Mencoba memberikan pengetahuan terhadap segala kalangan seputar mekanika kuantum beserta pemanfaatannya, LPPM ITB mengadakan Workshop Series berjudul “Quantum Mistery & Quantum Technology” pada Jumat (4/11/2022). Pemateri dalam acara tersebut yaitu Agung Budiyono Ph.D., yang yaitu dosen peneliti di Sentra Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi ITB.

Mekanika kuantum yaitu cabang ilmu fisika yang bisa memprediksi dengan amat akurat fenomena yang melibatkan benda-benda berukuran amat kecil, semisal perilaku atom dan elemen pembentuknya. Kecenderungan perilaku benda-benda amat kecil ini seringkali sulit dicerna oleh akal manusia dan kontradiktif dengan prinsip yang telah ada. Maka dari itu kemudian mekanika kuantum disebut ilmu yang penuh misteri dan ketidakpastian.

Keanehan prinsip mekanika kuantum yang pertama yaitu superposisi. Superposisi diartikan sebagai suatu keadaan ketika sebuah benda bisa berada pada dua posisi dalam waktu bersamaan. Tes mengaplikasikan elektron yang melalui dua celah untuk hingga pada suatu spot menunjukkan hasil bahwa elektron memiliki perilaku seperti gelombang yang akan saling mengintervensi satu sama lain melalui kedua celah sehingga saling menihilkan. Tapi ketika dijalankan pengamatan gerakan elektron secara langsung, tiap-tiap elektron hanya bisa melalui satu celah dalam satu waktu seperti halnya partikel umum. Dua sifat mendasar itu disebut dualitas gelombang partikel yang menjadi tata tertib dasar dalam mekanika kuantum.

Sumber: itb.ac.id

Agung menerangkan, “Konsep ini membantu melahirkan bidang baru komputasi kuantum seperti Algoritma Shor yang berbasis faktorisasi prima. Sulitnya faktorisasi bilangan yakni dasar dari keamanan kriptografi yang banyak digunakan pada komunikasi elektronik sekarang,” ujarnya.

Prinsip mekanika kuantum yang lain yakni berkaitan pengukuran. Hasil eksperimen pada arah rotasi elektron memperlihatkan bahwa pengukuran yang dilakukan sebenarnya sanggup mengganggu atau mengubah keadaan objek yang dievaluasi. Keadaan terganggunya objek pengaruh pelaksanaan pengukuran menginspirasi ilmuwan untuk membuat kriptografi kuantum atau pembagian kunci kuantum.

Upaya pemahaman mekanika kuantum sudah melahirkan berbagai konsep fundamental yang berbeda antara satu dengan yang lain. Lebih lanjut, pelaksanaan ini membantu terciptanya teknologi kuantum yang menurut pada prinsip-prinsip misterius mekanika kuantum seperti halnya superposisi dan pengukuran. Teknologi kuantum yang sudah ada maupun yang akan dioptimalkan meliputi komputasi, kriptografi dan komunikasi kuantum, sensor kuantum, dan lain-lain.

“Teknologi kuantum ini lahir dari mengubah misteri kuantum yang susah dipahami menjadi skema teknologi yang jauh lebih aman, jauh lebih cepat, lebih efisien dari teknologi yang ada sekarang, serta diinginkan meluncurkan revolusi teknologi isu di masa depan.”