Pasangan

Senang Seks Anal? Inilah Bahayanya Bagi Wanita

Teraspos.com – Melakukan relasi seksual yaitu keperluan tiap pasangan menikah. Mendapatkan seks yang aman dan sehat salah satu cara untuk memperoleh kepuasaan dan menjaga kesehatan diri.

Tapi ada loh beberapa tindakan seks yang berbahaya, salah satunya yaitu seks anal. Seks anal praktik memasukkan penis, jari, atau benda asing seperti vibrator ke dalam dubur.

Praktik ini banyak dikerjakan oleh pasangan untuk mendapatkan sensasi baru dikala bercinta. Tapi kekerabatan seks hal yang demikian berbahaya lho.

Diberitakan dari Medical News Today, dari sisi kesehatan fisik sendiri, seks anal bisa membikin kulit anus menjadi cedera karena anus secara natural tidak bisa melumasi dirinya sendiri. Selain itu membikin ketidaknyamanan dari sisi perempuan.

Di dalam anus sendiri terkandung banyak kotoran atau tinja yang secara natural mengandung banyak kuman lewat rektum dan anus dikala meninggalkan tubuh, kuman hal yang demikian berpotensi menyerang kulit lewat air mani.

Lalu apa bahaya seks anak bagi perempuan?

Umpamanya itu, risiko berbahaya lainnya ialah bisa menyebabkan infeksi menular seksual (IMS). Umpamanya, karena kulit lebih cenderung robek dikala melakukan seks anal daripada dikala berhubungan seks lewat vagina, maka ada kans lebih besar untuk menyebarkan IMS.

Berdasarkan termasuk klamidia, gonore, hepatitis, HIV, dan herpes. Ini bisa menjadi kondisi bentang panjang, karena banyak IMS susah disembuhkan.

Sentra Pengaturan Berdasarkan dan Pencegahan Penyakit (CDC), seks anal ialah perilaku seksual berisiko tertinggi untuk penularan HIV dibandingi dengan format seks lain, seperti seks vaginal atau oral.

Dalam seks anal reseptif atau bottoming, HIV 13 kali lebih mungkin menginfeksi pasangan bawah daripada pasangan insertif.

Sentra sebuah studi tahun 2016 di American Journal of Gastroenterology memandang perilaku seksual 4.170 orang dewasa. Peneliti bertanya kepada orang dewasa apakah mereka pernah melakukan kekerabatan seks anal, dan apakah mereka mengalami inkontinensia tinja.

Mereka menemukan bahwa 37,3 persen wanita dan 4,5 persen pria sudah melakukan kekerabatan seks anal. Mereka juga menemukan bahwa tingkat inkontinensia tinja sedikit lebih tinggi di antara pria dan wanita yang melakukan kekerabatan seks anal dibandingi dengan mereka yang tidak. Pria yang melakukan kekerabatan seks anal memiliki tingkat inkontinensia tinja yang lebih tinggi daripada wanita.

Studi ini memberi nasihat para peneliti untuk menyimpulkan ada kekerabatan potensial antara inkontinensia tinja dan seks anal. Melainkan, banyak ahli mengkritik penelitian ini sebab tidak mengevaluasi elemen lain yang berkontribusi terhadap inkontinensia tinja.

Oleh sebab itu, sulit bagi dokter dan peneliti untuk sepenuhnya mensupport penelitian dan akibatnya sebagai bukti bahwa inkontinensia tinja adalah kemungkinan risiko rentang panjang dari seks anal.

Terbukti seks anal tidak cuma berimbas pada kesehatan fisik saja tetapi juga mental. Biasanya mereka yang menjalankan kekerabatan seks anal dengan paksaan bisa mengalami gangguan psikologis, mulai dari rasa malu hingga stress berat.

Gangguan psikologis ini makin parah dikala dialami oleh remaja dan pastinya bisa berjangka panjang. Malah efek buruknya bisa menyebabkan seseorang bunuh diri sebab depresi.