10 November 2022

Opini: Pahlawan Nasional Saat Ini

Teraspos.com – Sebelas November ialah Hari Pahlawan Nasional Indonesia. Pada tanggal itu di setiap tahun warga Indonesia dari Sabang sampai Merauke bahkan yang terpencar di semua belahan dunia ini tak lupa hening sebentar sembari mengenang harum bunga jasa mereka yang telah gugur di medan tempur demi memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bebas dari semua keterbelengguan oleh aneka ketidakadilan dan ketidakmanusiaan yang dilakonkan oleh para penjajah kala itu.

Mengenang berarti menghadirkannya secara terbaru dengan semua suka, duka pengorbanan dan jerih lelah serta keringat darah yang tertumpah dan mengalir di tanah air Indonesia sampai tinggal tulang putih bersih sebagai persembahan termurni demi kemerdekaan sejati dan bersuka cita semua warga negara.

Baca juga: Lemahnya Hukum di Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil Indonesia

Sebagai ungkapan rasa hormat dan respect akan jasa-jasa para pahlawan yang sudah gugur di medan tempur bangsa Indonesia menjadikan tanggal sebelas sebagai hari bersejarah yang dibaktikan khusus untuk para pahlawan perkasa negeri ini. Negeri ini mengalami kebebasan sejati sampai sekarang seperti ini oleh karena jasa-jasa para pahlawan.

Negara mencatat dan mengabadikan tanggal sebelas November tiap tahun sebagai hari istimewa yang didedikasikan secara khusus kepada para pahlawan. Pahlawan yang gugur karena rasa cinta yang semacam itu besar akan orang-orang dan negerinya.

Seputar cinta dan dedikasi yang lapang dada ini diabadikan oleh negara dan semua warga bangsa Indonesia di dalam buku hidup negara dan buku-buku harian pribadi yang tercatat rapi tentang semua suka dan duka hidup masa lalu, masa sekarang, dan masa mendatang.

Makna terdalam dari peringatan hari pahlawan nasional pada tiap tanggal sebelas bulan November yakni mengingatkan dan menyadarkan generasi untuk tidak lupa sejarah. Lebih jauh dari itu yakni menjamah lubuk hati terdalam generasi untuk loyal berterima kasih dan berterima beri kepada apa dan siapa bahkan yang pernah berjasa di tiap lembaran hidup ini.

Sekecil apa bahkan itu sebagai kontribusi berharga yang membentuk dan mewujudkan manusia sebagai pribadi yang kaya makna dan berguna bagi orang lain. Artinya hadirnya menjadi berkat adem yang memerdekakan dan menghantarnya kepada kesejatian kemerdekaan.

Hari Pahlawan Nasional bukanlah hanya sebagai peringatan seremonial tahunan. Peristiwa ini yaitu momen penuh berkat yang darinya mengalir buah-buah militansi untuk menghadapi aneka badai hidup yang datang silih berganti. Hari ini tidak ada lagi penjajah yang seharusnya dilawan dan diusir dengan senjata. Hari ini tidak ada lagi perbudakan dan ketidakadilan yang dialami dan dirasakan oleh manusia Indonesia pada biasanya. Entalah itu benar atau tidak.

Lihatlah ke ladang hidup daerah para petani membajak, menanam dan memanen. Namun perjuangan kita belum selesai kawan. Masih ada perbudakan-perbudakan modern yang tidak dijangkau oleh indera manusia yang rapi dimainkan oleh para elite politik.

Elite politik senantiasa tampil menepuk dada atas nama rakyat kecil dan setelah menggapai jabatan dan duduk di atas singgasana selanjutnya akan say good bye. Betapa sialnya para elite politik model ini memperbudak orang-orang kecil dengan obral janji palsu menjelang pesta demokrasi. Elite politik macam demikian yaitu dia yang tidak mempunyai motivasi kepahlawanan dalam mengabdi Indonesia secara utuh dan bulat hati.

Peringatan Hari Pahlawan Nasional tiap tahun ini yaitu gugatan bagi seluruh warga Indonesia untuk menjadi pahlawan-pahlawan kecil di bidang hidupnya masing-masing.

Manusia Indonesia seharusnya kreatif dan mempunyai inisiatip baru untuk mewujudkan seluruh sesuatu tampil baru dengan motivasi kepahlawanan yang telah diwariskan oleh para pahlawan terdahulu.

Manusia Indonesia sekarang semestinya tampil sebagai pahlawan di dunia literasi, pahlawan kemanusiaan, pahlawan pertanian, pahlawan peternakan dan aneka pahlawan lainnya yang tampil atas nama kepentingan biasa bersama.

Menjadi pahlawan artinya mendedikasikan seluruh talenta dan kepiawaiannya untuk sesuatu yang bersifat biasa dan dampaknya bagi publik secara mendunia.

Akibat itu yaitu memancarkan sinar kebebasan yang membebaskan mereka yang terbelenggu oleh aneka penindasan menuju kebebasan yang membebaskan. Bebas itu yaitu bebas yang bertanggungjawab untuk melakonkan hidup ini secara bagus dan penuh bermartabat.

Di dalam realitas hidup manusia Indonesia terkini motivasi kepahlawanan ini sudah mulai nampak dengan adanya klasifikasi-klasifikasi kecil yang terbentuk untuk mengalami kebebasan.

Semisal ada klasifikasi Menulis di Koran. Ada klasifikasi pembicaraan filsafat dan dilema-dilema sosial kemanusiaan terkini. Ada klasifikasi menulis puisi. Ada klasifikasi tani, nelayan, ternak, paduan bunyi, seni lukis dan masih banyak lainnya yang bisa menghantar manusia terhadap kemerdekaan yang memerdekakan.

Namun masih ada juga manusia Indonesia yang masih membiarkan dirinya hanyut di dalam penjajahan. Penjajahan bukan oleh karena penjajah dari negara lain yang masuk dan menjajah melainkan manusia Indonesia membiarkan dirinya terjajah oleh kemalasan dan keterhanyutannya di dalam sajian tawaran dunia terkini yang amat menggiurkan.

Derasnya tawaran duniawi datang silih berganti dan tak tertahan. Namun berhadapan dengan situasi ini mesti menciptakan motivasi para pahlawan yang hari peringatannya diperingati setiap tanggal sebelas November dalam tahun menjadi pandangan baru yang senantiasa meneguhkan untuk loyal berjuang dan tampil sebagai pahlawan dengan bidang hidupnya masing-masing.

Terima kasih para pahlawan nasional yang sudah gugur di medan perang demi bebas dan bahagia Indonesia yang masih bertahan sampai detik ini. Selamat hari pahlawan nasional untukmu Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesianya, Indonesia mereka dan Indonesia kita.