Iran Piala Dunia

Iran: Tim Peringkat Teratas Asia Berharap untuk Memberikan Pertunjukan Terbaik di Piala Dunia

Iran berharap untuk maju ke babak 16 besar untuk pertama kalinya meskipun ada beberapa gejolak menjelang turnamen.

Di Grup B, Iran akan menghadapi Inggris, Wales, dan Amerika Serikat, yang semuanya berperingkat lebih tinggi dari mereka. [Leonhard Foeger/Reuters]

Penampilan Piala Dunia sebelumnya: 1978,1998, 2006, 2014, 2018
Titles: 0
Hasil akhir terbaik: Babak penyisihan grup
Rekor Piala Dunia: W2, D4, L9
Gol: 9
Kemenangan terbesar: 2-1 vs AS (1998)
Pemain kunci: Mehdi Taremi
Peringkat: 20
Jadwal Pertandingan: Inggris (21 November), Wales (25 November), AS (29 November)

Harapan Piala Dunia Iran telah terjalin dengan urusan politik karena hampir dua bulan protes, yang dimulai setelah kematian Mahsa Amini yang berusia 22 tahun dalam tahanan polisi telah mengguncang negara itu.

Tehran juga dituduh memasok Rusia dengan drone yang diaplikasikan dalam perang di Ukraina.

Para atlet, termasuk pesepakbola di liga lokal dan lomba internasional, sudah menolak untuk merayakan kemenangan, trofi, dan gol semenjak diawalinya protes mematikan.

Ukraina dan sejumlah penggiat yang menyangkal negara Iran sudah minta FIFA supaya regu itu dikeluarkan dari Piala Dunia.

Sementara regu nasional sepak bola Iran, Regu Melli, menghadapi lomba berat di Piala Dunia. Padahal sebagian bulan yang susah di luar lapangan memasuki, para pemain konsisten mau membikin sejarah di turnamen.

Di Grup B, Iran akan menghadapi Inggris, Wales, dan Amerika Serikat, yang semuanya berperingkat lebih tinggi dari mereka.

Pada umur 20, Iran yakni regu Asia teratas dalam peringkat FIFA, di atas Jepang dan Korea Selatan.

“Saya pikir Iran dan Jepang kemungkinan besar berada di antara tim-tim Asia dengan kemampuan untuk lolos dari penyisihan grup Piala Dunia,” kata pelatih kepala baru Iran, Carlos Queiroz dari Portugal, kepada media Iran pada Oktober.

Pemain Iran yang paling tenar dikala ini merupakan Mehdi Taremi yang berusia 30 tahun, seorang penyerang yang bermain untuk klub Portugal Porto. Sardar Azmoun, penyerang yang bermain untuk Bayer Leverkusen dari Jerman, merupakan pemain kunci lainnya. Azmoun cedera dikala bermain untuk Leverkusen pada permulaan Oktober, namun dokter mengatakan mereka optimis ia akan pulih pada dikala Iran turun ke lapangan di Qatar.

Tim Iran akan membuat sejarah jika lolos dari babak penyisihan grup, suatu prestasi yang belum pernah diraihnya meski sempat nyaris mendekati beberapa kali.

Juga dilatih oleh Queiroz pada 2018, Tim Melli kalah tipis dari Spanyol dan Portugal.

Untuk Piala Dunia kali ini, kondisi mungkin nampak sedikit lebih bagus bagi Iran yang memuncaki grup kualifikasi dengan 25 nilai dan selisih gol +11.

Tim tersebut kemudian dilatih oleh Dragan Skočić dari Kroasia, yang mencatatkan rekor signifikan padahal cuma memimpin sekitar dua separo tahun. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya tidak dapat melatih karena penyebaran virus corona.

Skočić memenangkan 15 dari 18 pertandingannya sebagai pelatih kepala. Pada jangka waktu itu, Iran mencetak 40 gol dan cuma kebobolan delapan, menempuh kualifikasi tercepat mereka ke Piala Dunia, dan pelatih mengamankan kemenangan beruntun terpanjang di antara seluruh pelatih kepala dalam sejarah Tim Melli.

Tetapi ketidaksepakatan dengan sebagian pemain, termasuk striker bintang Taremi, kecuali problem dengan ofisial federasi, membikin waktu Skočić di Regu Melli akibatnya dipersingkat saat ia dipecat pada permulaan Juli.

Sesudah pemilihan kontroversial di federasi sepak bola, kepala sepak bola baru Mehdi Taj – yang sudah menghadapi kritik di media Iran atas dugaan korupsi keuangan – memilih untuk membawa kembali Queiroz.