Juragan 99 Mundur Dinilai Jadi Kekecewaan buat Aremania

Gilang Widya Pramana mundur sebagai Presiden Arema FC pada, Sabtu (29/10/2022). Cabutnya Juragan 99 dinilai menjadi kekecewaan buat Aremania suporter setia tim.
Di bawah Gilang, Arema dinilai banyak melakukan inovasi. Mulai dari penyediaan bus dengan desain baru hingga pembangunan training center baru, yang sebelumnya diawali lewat sayembara dengan melibatkan fans.

Adapun Gilang mundur karena mengaku punya beban moral setelah terjadinya Tragedi Kanjuruhan. Selain itu, ada juga suara yang menyayangkan pemanggilan Gilang oleh kepolisian dalam terkait Tragedi Kanjuruhan yang sudah menewaskan 135 orang.

Ketimbang Gilang, Iwan Budianto lebih pantas bertanggung jawab. Sebab Wakil Ketua Umum PSSI itu menguasai saham mayoritas Arema sebesar 75 persen lewat kepemilikan 3.750 lembar saham di PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) Indonesia per 10 Mei 2022 yang tercatat di Ditjen AHU Kemenkumham.

“Ini tentu jadi kabar yang mengecewakan bagi banyak kalangan, terutama pendukung Arema FC karena selama dipegang Juragan 99, Arema punya banyak kemajuan dari segi prestasi, dari segi pengelolaan klub, kesejahteraan pemain juga perhatian terhadap pemain dan pelatih yang sangat baik,” kata pengamat sepakbola Mohamad Kusnaeni alias Bung Kus, dalam pernyataannya.

Kepergian Juragan 99 ini dianggap akan membawa pengaruh terhadap apa yang sudah didapatkan pemain dan pelatih selama ini. Karena manajemen tentu akan punya gaya baru yang berbeda dengan Juragan 99.

“Di sisi lain, mundurnya Juragan 99 ini jadi pelajaran berharga bagi sepakbola Indonesia. Kita seharusnya bisa melibatkan lebih banyak orang seperti Juragan 99 dengan tidak hanya yang sebentar namun dengan jangka waktu lama menangani klub karena itu memberikan dampak yang signifikan,” ujarnya menambahkan

Sekarang dengan kepergian Juragan 99 dalam waktu relatif singkat bersama Arema, dia menambahkan ini membuat kepercayaan kalangan bisnis terhadap industri sepakbola di Indonesia bakal jadi sedikit berkurang.

“Itu jadi warning bagi pengelola dunia sepakbola Indonesia. Baik itu PSSI juga operator kompetisi bagaimana membangun iklim industri sepakbola yang lebih kondusif sehingga akan lebih banyak orang seperti Juragan 99 yang nanti mau melibatkan diri dalam jangka waktu yg lama,” ucap Bung Kus.

Sebelumnya, Juragan 99 sudah menyampaikan pernyataan resminya yang menyatakan mundur dari Arema. Ia mendoakan Singo Edan bisa mendapatkan sosok pengganti yang lebih baik.

“Sepakbola adalah passion dalam hidup saya dan sebagai Aremania saya bangga telah diberi kesempatan menjadi Presiden Arema FC sejak 6 Juni 2021,” ucap Juragan 99.

“Saya sudah berusaha memberikan semua yang terbaik untuk klub tetapi mungkin klub memerlukan sosok yang lebih baik lagi. Karena itu saya memutuskan untuk mundur sebagai Presiden Arema FC,” tuturnya.